KSAD: Jangan Ada Manipulasi dan Harus Gentleman
Surabaya - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono meminta semua pasangan kepala daerah calon gentelman mengakui kemenangan dan kekalahan, demi terjaganya kondusifitas daerahnya masing-masing.
"Saya beraharap, semua tahapan dilalui seuai aturan yang berlaku. Jangan ada manipulasi, dan harus transparan," kata Jenderal TNI Mulyono kepada wartawan usai membuka Kejurnas II BDM Yong Moo Do KSAD Cup V Tahun 2015 di GOR CLS Kertajaya, Surabaya, Minggu (13/12/2015)
Mulyono menegaskan, yang terpenting dalam proses pilkada yakni, mekanisme semuanya harus dijalankan sesuai aturan yang benar.
Selain itu, setiap pasangan calon juga mempunyai jiwa sama-sama menerima kemenangan maupun kekalahan.
"Tahapan-tahapan harus dilaksanakan dengan benar dan gentleman," tegasnya.
Ketika ditanya daerah mana saja yang rawan saat pengumuman hasil pilkada nanti, Jenderal dengan empat bintang dipundaknya ini mengatakan, daerah yang menimbulkan gejolak dan konflik, itu dikatakan daerah rawan.
"Semua yang terjadi gejolak dan menimbulkan konflik, itu daerah rawan," jelasnya.
Sementara itu, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Sumardi mengatakan, 19 pilkada di daerah Jawa Timur kondisi keamanan dan ketertiban aman.
"Jawa Timur aman," kata Sumardi. (detik.com)
"Saya beraharap, semua tahapan dilalui seuai aturan yang berlaku. Jangan ada manipulasi, dan harus transparan," kata Jenderal TNI Mulyono kepada wartawan usai membuka Kejurnas II BDM Yong Moo Do KSAD Cup V Tahun 2015 di GOR CLS Kertajaya, Surabaya, Minggu (13/12/2015)
Mulyono menegaskan, yang terpenting dalam proses pilkada yakni, mekanisme semuanya harus dijalankan sesuai aturan yang benar.
Selain itu, setiap pasangan calon juga mempunyai jiwa sama-sama menerima kemenangan maupun kekalahan.
"Tahapan-tahapan harus dilaksanakan dengan benar dan gentleman," tegasnya.
Ketika ditanya daerah mana saja yang rawan saat pengumuman hasil pilkada nanti, Jenderal dengan empat bintang dipundaknya ini mengatakan, daerah yang menimbulkan gejolak dan konflik, itu dikatakan daerah rawan.
"Semua yang terjadi gejolak dan menimbulkan konflik, itu daerah rawan," jelasnya.
Sementara itu, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Sumardi mengatakan, 19 pilkada di daerah Jawa Timur kondisi keamanan dan ketertiban aman.
"Jawa Timur aman," kata Sumardi. (detik.com)

0 komentar :
Post a Comment